Selasa, 17 Januari 2017

Panah Dari Papua Dilelang


Papuacenter – Sovenir panah asli khas Papua akan dilelang di kota Pekanbaru, proses lelang ini dilakukan oleh komunitas #UntukPapua. Souvenir panah tersebut merupakan hiasan/pajangan yang biasa di letakkan di dinding ruang tamu.

Seperti yang dijelaskan oleh Penanggung Jawab Komunitas #UntukPapua, Pramana Putra bahwa sovenir panah yang dilelang langsung dibawa dari Papua saat mengikuti program SM3T di daerah Wamena. Framana juga menjelaskan bahwa proses lelang tersebut akan digelar malam ini di Waroeng Wahid Jl. Durian Pekanbaru.

Panah tersebut merupakan hasil buah tangan yang sengaja dibeli dari anak-anak Wamena dan sengaja dilelang. Hasil dana lelang ini nantinya akan disumbangkan untuk pembelian tambahan tas dalam program gerakan 1000 tas untuk Papua.

“Penawaran tertinggilah yang akan mendapatkannya. Tawaran bukan dengan uang, tapi dengan tas. Bagi yang bisa memberikan tas terbanyak maka panah ini akan jadi miliknya,” Ujar Ibam.

Lelang panah asli papua ini merupakan salah satu dari serangkaian acara yang akan diselenggarakan komunitas #UntukPapua di Pekan baru. Mulai dari talk show tetang pendidikan di Papuasampai dengan penampilan grup band ternama di kota Pekanbaru.

“Untuk penggalangan dana sudah berjalan sejak beberapa bulan yang lalu.  Sampai saat ini kita sudah kumpulkan sebanyak 154 tas. Antusias teman-teman Pekanbaru untuk menyumbang baik sekali dan banyak support,” terang Ibam (12/1).

Menurutnya tas yang berhasil dikumpulkan akan langsung dibawa ke pelosok Wamena Prov. Papua. Tujuan dari kegiatan ini ialah membantu anak-anak di pedalaman Prov. Papua agar mendapat pendidikan yang layak.(YK)

Ini Yang Akan Dilakukan Menteri Yohana Dengan Perempuan Papua


Papuacenter – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise berencana akan merealisasikan program pemberdayaan perempuan dan anak di Prov. Papua dan Papua Barat.

Yohana mengatakan bahwa program yang akan dijalankan nantinya berupa pelatihan mengukir, membuat minyak kelapa dan beberapa pelatihan lainnya.

Hal itu ia utarakan setelah berkordinasi bersama Menkopolhukam, Wiranto di kantor Kemenkopolhukam Jakarta pagi tadi.

Program tersebut memiliki tujuan agar perempuan-perempuan papua dapat mandiri dan dapat membantu perekonomian mereka mulai dari tingkat perekonomian keluarga. Rencananya Yohana akan membangun industri-industri rumahan di dua provinsi tersebut.

“Saat ini sudah dimulai dengan pelatihan-pelatihan, mesin bantu sudah kami bagi. Hal ini agar perempuan Papua dan Papua Barat dapat mandiri dan nantinya dapat membuat industri rumahan sendiri”, jelas Yohana.

“Pelatihan sementara ini sedang berlangsung di beberapa tempat, seperti mesin pembuat ikan asap, mesin kopi yang di bagi di Wamena, Mesin pembuat minyak kelapa. Nanti akan ditambah dengan pelatihan pembuatan sagu di pabrik saguserta pelatihan menganyam yang tenaga pengajarnya kualifikasi profesional, kita sengaja datangkan pengrajin dari NTT, Bali untuk mengajar disana”, Ujar Yohana menambahkan.

Menteri Yohana akan berangkat malam ini ke Papua dan sesampainya di Papua akan langsung berkordinasi dengan Dewan Adat Papua agar program tersebut berjalan lancar.(YK)

Senin, 16 Januari 2017

Pendidikan Bagi Suku Korowai Papua Perlu Ditingkatkan


Papuacenter – Proses pendidikan bagi anak-anak suku Korowai di Boven Digoel Papua mulai berjalan pada tahun ini dengan sistem pendidikan berpola asrama. Proses pendidikan bagi anak Korowai ini mencangkup tiga kampung yang ada di Boven Digoel yakni kampung Waina, kampung Senimburu, dan Distrik Yaniruma.

Hal itu diungkapkan oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Sekolah PAUD/TK, SD, SMP, SMA Korowai, Sergius Womsiwor, Kamis (5/1/17). Sergius menjelaskan bahwa memberikan pendidikan bagi anak suku Korowai ini merupakan tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan oleh Menteri Pendidikan Republik Indonesia.

“Tugas ini merupakan instruksi langsung dari Menteri pendidikan RI kepada saya untuk memajukan dan mencerdaskan anak suku Korowai yang tinggal di Boven Digoel. Oleh karena itu, saya siap mengemban tugas mulia tersebut,’’ Ungkap Sergius.

Sementara ini, lanjut Sergius, selama dirinya melakukan survey di kampung-kampung yang didiami oleh suku Korowai di Boven Digoel, dirinya sering menerima banyak persoalan yang terjadi, seperti tidak berjalannya proses pendidikan karena beberapa guru tidak masuk bahkan tidak pernah kembali.

“Ini adalah suatu bentuk keprihatinan, sehingga bagaimanapun juga harus segera ditindak lanjuti oleh Pemerintah,’’ Kata Sergius.

Selain itu Sergius juga mengucapkan banyak terima kasih kepada salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari LSM Silva Papua Lestari yang selama ini telah melakukan pendampingan terhadap masyarakat suku Korowai.

“Memang banyak kendala yang telah kami alami. Namun, kami tidak akan pernah menyerah untuk terus mencerdaskan anak bangsa, karena Tuhan tidak akan pernah menutup mata, karena apa yang dijalankan adalah kegiatan kemanusiaan untuk masyarakat suku Korowai,” Tuturnya. (Red.AK)

Ratusan Polisi Diterjunkan Jadi Pengajar Di Prov. Papua


Papuacenter – Ratusan Anggota Polisi yang berada di wilayah Polda Papua disiapkan guna menjadi tenaga pengajar pada tahun 2017 ini. Polisi yang menjadi tenaga pendidik ini diambil dari 15 Polres yang dominan terletak di Pegunungan Tengah Prov. Papua.

Kegiatan penyiapan tanaga pendidik dengan nama “Polisi Pi Ajar” ini merupakan kelanjutan dari program kerja Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw yang terlah berjalan sejak 2016 lalu.

Hal tersebut dijelaskan oleh Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal yang mengatakan, Anggota Polisi berasal dari 15 Polres itu akan menjalani pelatihan oleh tenaga ahli dari Polda Papua.

“Ada delapan tenaga ahli yang sudah kita siapkan, Tenaga ahli ini dipimpin langsung oleh Kepala Biro SDM Polda Papua Kombes Pol Natarudin sedangkan jumlah pasti Polisi yang menjadi tenaga pengajar sejumlah 375 orang”, Jelas Kamal di Kantornya Polda Papua (Jumat, 6/1).
Baca juga :   637 Napi Di Papua Dapat Remisi Natal

Kamal menjelaskan bahwa ada sekitar 25 orang Polisi dari tiap Polres yang bertugas menjadi tenaga pengajar dengan sasaran sekolah SD, SMP, SMA dan SMK. Metode belajar yang digunakan ialah dengan cara memberikan pengajaran tentang bermain, bercerita, simulasi, diskusi dan kegiatan ekstra kurikuler lainnya.

Dengan melibatkan personel Polisi sebagai tenaga pengajar diharapkan dapat membuat siswa lebih mencintai wawasan kebangsaan, Pancasila, Kewarganegaraan, Anti Narkoba, Keamanan dan Ketertiban Masyarakat serta tertib berlalulintas.(YK)

Inilah Letak 34 Bandara di Papua


Papuacenter - Seperti yang diketahui bersama bahwa Papua memiliki biaya hidup yang sangat tinggi dari sandang pangan dan papan. Sehingga pemerintah pusat berusaha untuk meurunkan harga distribusi barang. Salah satunya dengan membangun infrastruktur bandara di wilayah terisolir di Papua.

Direktur Kementerian Perhubungan, Yudhi Sari saat di tembusi Redaksi PNID di Jakarta pada hari Selasa (19/1) mengatakan bahwa akan membangun beberapa bandara di Papua.

“Ini salah satu pembukaan daerah yang terisolir di Papua dimana di daerah terisolir telah dibangun 34 bandara. Ini sudah masuk ke dalam tatanan bandar udara,” ujarnya.

34 Bandara tersebut dibangun di wilayah Mopah, Kamur, Kimam, Bomakia, Manggelum, Babo, Kaimana, Bintuni, Rendani, Dekai, Nabire, Waghete, Timika, Obano, Karubaga, Bade, Batom, Ewer, Illu, Okaba, Kokonao, Kepi, Mindiptana, Moanamani, Oksibil, Mulia, Tanah Merah, Sarmi, Enarotali, Akimuga, Biloria, Kiwirok.
Baca juga :   Terlibat Narkoba, Sanksi Pecat Menanti

34 bandara ini sampai saat ini dalam proses tatanan untuk menjadi kebandarudaraan Nasional. Pembangunan tersebut berguna untuk pemerataan pembangunan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

10 bandara yang telah dibangun pada tahun 2015 berada di perbatasan yaitu di Sentani, Mopah, Manggelum, Enarotali, Sarmi, Tanah Merah, oksibil, Okaba, Karubaga, Kebar.

Nantinya akan ada bandara baru di Korowai dimana bandara tersebut akan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widoo.

Ini Dukungan Bidadari Cantik Untuk Pemerintah Provinsi Papua


Papuacenter – Konser yang diselenggarakan di Cafe Horizon Kamis kemarin (12/1) dimeriahkan oleh sejumlah artis cantik ibukota. Acara konser tersebut diselenggarakan guna menghadapi Penganugrahan Musik Indonesia (AMI Awards) pada 21 Januari 2017 mendatang di GOR Cenderawasih Jayapura.

Seperti yang dijelaskan oleh ketua Panitia Pelaksana AMI Awards 2017, Ludvi Fabanyo yang mengatakan ke 8 artis cantik ibukota ini diantaranya ialah Jaclyn (Coklat), Melodi, Verra, Vicky Zhu, Olivia dan Soni (J- Rock) sengaja kami siapkan untuk mendukung terselenggaranya AMI Awards 2017. Banyak acara yang akan diselenggarakan mulai dari road show, gala dinner dan sampai acara puncak.

“Artis-artis tersebut sangat mendukung Pemerintah Provinsi Papua untuk jadi tuan rumah dalam kegiatan AMI Award 2017 , mereka tiba di Jayapura dengan pesawat Garuda  dan merekapun gemar dengan masakan khas Papua” Ungkap Ludvi (Kamis, 12/1).
Baca juga :   Polda Siapkan Tim Pengaman Jelang Pilkada

Ludvi juga menambahkan bahwa para artis tersebut akan menampilkan performanya malam ini di Cafe Horizon dalam acara konser winner. Selain dari dari Pemprov. Papua dukungan penuh yang mengalir pada pihaknya juga berasal dari PT Asiacom dan MNC TV.

“Selain dukungan dari artis nasional, pihak kami juga akan menyiapkan artis lokal papua pada acara puncak 21 Januari 2017 nanti” Jelasnya.

Tanggapan tentang keindahan dan keunikan Papua sangat mendalam di hati salah seorang artis nasional, Jaclyn mengakui dirinya benar-benar terpesona saat melihat pemandangan dari pesawat yang akan mendarat di bandara Sentani. Hal ini adalah pengalaman pertama ia ke Papua dan pengalaman ini pula yangmembuat dirinya tercengang saat melihat gunung dan danau yang terhampar indah. Untuk makanan khas, artis ini gemar dengan makanan papeda, ia juga mengakui telah merasakan ulat sagu meskipun sedikit geli saat memakannya.

Berbeda dengan Vicky Zhu, ia mengaku sudah sekitar 6 kali berkunjung ke Papua untuk konser. Ia pun mengakui jika dirinya telah jatuh cinta pada alam Papua yang indah ini. Ia memiliki cita-cita nantinya ia harus bisa mengorbitkan artis lokal Papua ke level Nasional bahkan sampai Internasional.(YK)

Air Mata Yohana Saat Temui Keluarga Korban Di Sorong, Papua Barat


Papuacenter – Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia meneteskan air mata saat mengunjungi keluarga bocah empat tahun korban pemerkosaan dan pembunuhan sadis di Sorong, Papua Barat 10 Januari 2017.

Air mata Yohana bercucuran saat mendengar langsung cerita mengenaskan tersebut langsung dari keluarga korban, Sabtu (14/1)

Yohana mengungkapkan perasaannya bahwa dirinya sangat malu karena pelaku adalah orang Papua dan kejadian ini terjadi di tanah damai Papua.

Kasus kekerasan terhadap KM (40) ini merupakan kasus serius yang mendapat sorotan dunia internasional.

Hal itu dilihat dari banyaknya surat laporan yang diterima Yohana dari beberapa daerah di Indonesia bahkan kedutaan luar negeri.

Kehadirannya di tengah-tengah keluarga korban sendiri untuk menyampaikan ungkapan bela sungkawa yang sebesar-besarnya sekaligus menyerahkan bantuan dari pemerintah Indonesia.

Dirinya berharap hal tersebut dapat menjadi penghibur bagi keluarga korban dalam menghadapi permasalahan tersebut. (red,Cs)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Blogger Themes | LunarPages Coupon Code