Jumat, 13 Januari 2017

Jayapura Sediakan Kapal Wisata Bagi Para Wisawatan Lokal dan Mancanegara


Papuacenter – Untuk memperkenalkan keindahan ibu kota Provinsi Papua kepada para wisatawan lokal dan luar negeri, Dinas Perhubungan melakukan pengadaan fasilitas kapal yang diperuntukkan bagi wisatawan untuk melihat keindahan panorama ibu kota Provinsi Papua yakni Jayapura melalui jalur laut.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Bernard Fingkrew, Rabu (11/1). Dia menjelaskan bahwa kapal itu merupakan hasil pengadaan Dinas Perhubungan zaman Wali Kota Benhur Tomi Mano (BTM), yang saat ini dikelola oleh Dinas Pariwisata.

“Kapal tersebut bisa menampung 30-60 penumpang. Kapal ini diperuntukan untuk wisatawan domestik dan dari luar negeri,” Ucapnya.

Sebagai kegiatan tur perdana, kapal ini digunakan oleh Muspida dan para ondoafi (tetua adat) untuk mengelilingi Teluk Youtefa, Teluk Humbold dan Teluk Hamadi.

“Mereka akan gunakan kapal untuk mengecek rute-rute perjalanan kapal. Karena belum ada spot-spot persinggahannya,” Ujar Bernard.

Selain itu, lanjut Bernard, Kapal ini juga bisa digunakan semua dinas untuk tur atau untuk berwisata, dari kota ke laut banyak City Tour Bahari.

“Untuk jadwal kita akan merumuskan manajemnnya, pengaturan kapan bisa melayani tur masyarakat umum,” katanya.

Untuk diketahui, saat ini fasilitas kapal bagi wisatawan tersebut berada di KPLP atau di Pelabuhan Jayapura, lantaran Pemerintah Kota Jayapura belum memiliki pelabuhan sendiri untuk menampung kapal tersebut. (Red.AK)

Senin, 09 Januari 2017

Tim UP2KP Papua Berhasil Tuntaskan Keluhan Masyarakat


Papuacenter – Unit Percepatan Pembangunan dan Kesehatan Papua (UP2KP) yang bertugas mengawasi pelayanan kesehatan di Papua berhasil menyelesaikan sekitar 300 keluhan masyarakat selama 2016.

Hal itu dikatakan oleh Direktur UP2KP Agustinus Raprap Sabtu (7/1/2017). Agus mengatakan, jumlah tersebut adalah keluhan yang telah ditindaklanjuti dan didokumentasikan.

Raprap menjelaskan, selain menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan di Papua, UP2KP juga mempunyai tugas pokok lain, mengawasi tugas pokok strategis dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua.

“Dalam hal ini kami menilai sejak Dinas Kesehatan dipimpin drg. Aloysius Giyai, pelayanan kesehatan di Papua semakin meningkat, terbukti angka kematian ibu dan bayi menurun drastis karena ada kebijakan-kebijakan strategis dikeluarkan yang menguntungkan Orang Asli Papua (OAP),” ujarnya.

Terkait pengawasan Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk bidang kesehatan 15 persen, menurutp Raprap, 2016 hanya sebagian daerah melakukan sesuai UU Nomor 21/2001 tentang Otonomi Khusus Papua dan Pergub Nomor 8/2014 tentang Juknis Penggunaan DOK-BK sebesar 15 persen untuk kabupaten dan kota.

“Ada lima kabupaten yang menjalankan sesuai dengan amanah UU dan Pergub, selebihnya masih dilakukan pembenahan, Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura mempunyai rapor yang cukup bagus dalam melaksanakan amanah UU dan Pergub tersebut,” katanya.

Ia mengakui, di Papua pemangku kepentingan masih belum merealisasikan dana 15 persen tersebut. Karena itu akan didorong tahun ini.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kesektariatan UP2KP Alexander Krisifu mengatakan, UP2KP akan terus mengawasi penggunaan alokasi 15 persen dana otonomi khusus untuk pelayanaan kesehatan di kabupaten dan kota, sekaligus memperbanyak sosialisasi peraturan gubernur tentang kesehatan. (Red.AK)

Minggu, 01 Januari 2017

Perayaan Malam Tahun Baru 2017, Bupati Biak Papua Bagi-Bagi Motor


Papuacenter – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, akan membagi-bagikan sepeda motor sebagai hadiah atau “doorprize” saat  penyambutan malam pergantian tahun 2016 ke 2017, yang dipusatkan lapangan atletik remaja Cenderawasih Distrik Biak Kota. Hal itu diungkapkan secara langsung oleh Bupati Biak Numfor, Thomas Ondy, Rabu(28/12) lalu.

Ia mengatakan perayaan malam tahun Baru itu merupakan acara bersama masyarakat dan forum komunikasi pimpinan daerah.

“Pemkab Biak Numfor menyediakan ‘doorprize’ lima sepeda motor untuk masyarakat yang mengikuti acara pergantian tahun ini,” kata Bupati Thomas Ondy.

Selain itu, Jelas Thomas, Pemerintah daerah juga telah menyiapkan lokasi perayaan Tahun Baru 2017 itu agar masyarakat dapat fokus pada satu tempat, sehingga suasana penyambutan akan semarak dengan acara hiburan, pesta terompet, kembang api, dan pembagian “doorprize” berbagai hadiah hiburan menarik yang disiapkan pemkab.

Dijelaskan, berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Biak Numfor diharapkan dapat mengikuti berbagai acara hiburan malam pergantian tahun dengan membawa berbagai pernak-pernik penyambutan Tahun Baru 1 Januari 2017.

“Pemerintah Kabupaten Biak Numfor akan melibatkan satuan kerja perangkat daerah serta komandan satuan TNI/Polri untuk menyukseskan acara dimaksud pada malam 31 Desember 2016,” ujarnya lagi.

Kepala Kepolisian Resor Biak AKBP Hadi Wahyudi SIk menyatakan, fokus pengamanan tahun baru 1 Januari 2017 di tempat-tempat keramaian warga, rumah ibadah, jalan protokol serta kawasa pertokoan.

“Ada sekitar 250 personel TNI dan Polri yang telah disiagakan untuk membantu pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2017,” ujar AKBP Wahyudi.

Selain ratusan personel TNI/Polri, kata AKBP Hadi, jajaran Polres Biak juga melibatkan organisasi kemasyarakatan, seperti RAPI, ORARI, Senkom serta Pramuka untuk membantu pengamanan kelancaran acara pergantian tahun itu.
Baca juga :   Penyelamatan Hutan Papua Jadi Prioritas KLHK Tahun Depan

Hingga H-3 menyambut tahun baru 2017, situasi kamtibmas di Kabupaten Biak Numfor tampak kondusif, dengan berbagai kegiatan masyarakat seperti angkutan umum, bandara, pelabuhan laut, pasar serta pertokoan tetap beroperasi normal melayani kebutuhan warga setempat.(Red.AK)

Sabtu, 31 Desember 2016

Program Ternak Ayam TSE Berhasil Tingkatkan Perekonomian Rakyat Boven Digoel Papua


Papuacenter – Kelompok usaha Tunas Sawaerma (TSE) tetap berniat memajukan perekonomian masyarakat di Asikie, Boven Digoel, Papua dengan menyediakan peternakan ayam. Budidaya peternakan ayam untuk masyarakat itu diharapkan mampu meningkatkan taraf pendapatan ekonominya.

Hal itu dikatakan oleh Staf Bagian Umum CSR TSE, Sunardi, Jumat (30/12/2016).

“Ini merupakan bagian program CSR yang kami berikan kepada masyarakat sekitar di wilayah perusahaan kami. Kami berharap dengan adanya budidaya peternakan ayam dapat membantu meningkatkan kualitas hidup mereka,” ungkap Sunardi.

Sunardi menjelaskan, Program budidaya ternak ayam yang digagas TSE telah dilaksanakan sejak April 2013 dan terselenggara secara lancar. TSE sejak tahun 2013 telah membeli 11.881 anak ayam yang kemudian di ternak.

Lanjut Sunardi, Masyarakat sekitar juga mengakui bahwa program budidaya ternak ayam TSE amat bermanfaat.

Sementara itu, salah seorang peternak ayam binaan TSE, Yakobus Tawab menuturkan, sejak tahun 2013, dia bersama kelompoknya berhasil melakukan musim potong ayam sebanyak sembilan kali dengan penghasilan mencapai Rp 15-20 juta sekali musim.

Hasil ternak ayam kemudian dijual di wilayah perusahaan TSE, kepada karyawan dan masyarakat dengan harga Rp 55.000,00 per ekornya. Uang lantas masuk kas bersama dan di investasikan kembali guna pengembangan usaha.

Penghasilan para peternak ayam bebas menggunakan uang tersebut untuk keperluan pendidikan dan kesehatan. Yakobus menyebutkan, setelah ini berencana mengembangkan ayam telur.

“Manfaatnya banyak. Hasil ternak ayam potong dapat kami gunakan untuk keperluan anak sekolah dan biaya kesehatan. Hal itu amat berguna untuk kami yang sehari-hari hanya mendapat penghasilan dari berburu,” jelas Yakobus.
Baca juga :   Pelanggaran HAM Berat di Tanah Papua Yang Dilakukan Oleh KNPB, ULMWP dan NFRPB

Saat ini, Yakobus dan timnya telah memiliki kandang ayam dengan kapasitas hingga 1.500 ekor ayam, dengan rincian 1.000 ekor ayam potong dan 500 ayam petelur. Hal itu diperolehnya setelah melakukan ternak ayam dengan TSE sejak tahun 2013.

“Sejauh ini berjalan dengan lancar. Hampir tidak ada kendala,” ujar Yakobus. (Red.AK)

Rabu, 16 November 2016

Program Guru Garda Terdepan Diapresiasi Masyarakat


Sorong, Papuacenter – Masyarakat kampung Maralol, Distrik Salawati Selatan, Kabupaten Sorong Papua Barat memberikan apresiasi terhadap program pemerintah pusat yakni Guru Garda Terdepan.

Sekertaris kampung Maralol, Soleman Wehmenit mengatakan, guru garda terdepan sangan membantu memajukan pendidikan di kampungnya, karena sekolah dasar kekurangan tenaga pengajar.

Ia juga mengatakan, guru yang ditugaskan oleh pemerintah daerah untuk mengajar di SD di kampungnya sering meninggalkan tempat dan pergi ke kota.

Hanya guru garda terdepan yang diutus pemerintah pusat yang menetap di kampung dan setia melaksanakan tugas mengajar.

Hal ini yang sangat diapresiasi oleh masyarakat setempat, masyarakat senang program guru garda terdepan pemerintah pusat sangat tepat dalam memajukan pendidikan di Papua Barat mulai dari kampung.

Namun singkatnya waktu kontrak guru garda terdepan menjadi koreksi, karena dinilai terlalu singkat hanya selama dua tahun saja.

Dirinya berharap pemerintah daerah dapat mencari guru yang benar-benar setia melakukan tugasnya ayaknya guru garda terdepan yang dilakukan pemerintah pusat. (red,Cs)

Kamis, 08 September 2016

Nyanyian Lagu Papua Leburkan jarak antara masyarakat Indonesia dan Australia


Canberra, Papuacenter – Michael Jakarimilena yang lebih dikenal dengan Michael Idol, adalah penyanyi kelahiran Papua Barat yang terkenal dengan suara emasnya. Ia berada di Australia untuk berkeliling ke dua kota besar di Australia. Dari press release yang dikeluarkan oleh Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra menyebutkan Michael menggelar konser ‘Michael J in OZ School Concert’ di kota Perth dan Canberra.

Uniknya, konser digelar di sekolah Alfred Deakin High School dengan penonton remaja yang rata-rata berusia 13 hingga 17 tahun. Tentu saja para remaja tersebut bersorak sorai, bertepuk tangan, hingga beberapa terlihat histeris menyambut Michael saat akan mulai naik ke atas panggung dengan diiringi alunan gitar dari Tony Brilianto, Michael melantunkan lagu-lagu ‘Indonesia Pusaka’, ‘Gebyar-Gebyar’, dan tak ketinggalan lagu pop yang menjadi hits, seperti ‘Sempurna’ hingga ‘Laskar Pelangi’.

Murid-murid yang sedang belajar bahasa Indonesia pun ikut bernyanyi, seolah sudah mengetahui benar lirik lagu-lagunya. Michael Idol juga tidak ketinggalan membawakan lagu dari daerah Papua Barat, ‘Papua Dalam Cinta’ dan ‘Yamko Rambe Yamko’ dan murid-murid tidak bisa menahan diri lagi untuk berjoget, bahkan hingga naik ke atas panggung saat Michael menyanyikan lagu ‘Maumere, Poco-poco’ dan ‘Sajojo’, padahal mungkin banyak di antara murid-murid dan penonton yang baru mendengarkan lagu-lagu tersebut.
Mitchell McKinnon, siswa kelas 7 dari Lyneham High School, mengatakan jika musik adalah bahasa antar budaya.

“Pertunjukan Michael Idol sangat bagus untuk dapat lebih memahami budaya Indonesia,” ujarnya.
Sementara menurut Jacob Compton, siswa kelas 9 dari Gold Creek School Canberra, kehadiran Michael Idol telah membuatnya semakin bersemangat belajar bahasa dan budaya Indonesia.

“Saya sangat menikmati pertunjukan Michael Idol,” kata Jacob. “karena sudah membawa suasana Indonesia hadir ke tengah-tengah kita, kalangan pelajar Australia.”

Dubes Indonesia untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema mengatakan bahwa kehadiran Michael Idol telah mempromosikan hubungan dua negara Australia dan Indoensia, khususnya di kalangan anak-anak muda.
“Melalui musik, Michael Idol telah membuktikan bahwa tidak ada jarak antara masyarakat Indonesia dan Australia. Sebaliknya, mereka justru dapat melebur bersatu karena musik,” kata Najib.

Dubes Najib sempat berduet bersama Michael dengan menyayikan lagu ‘Esok Kan Masih Ada’. Konser ditutup dengan bincang-bincang Michael bersama para siswa dan penonton yang hadir. Banyak di antara mereka ingin mempraktekkan kemampuan berbahasa Indonesia dengan bertanya banyak hal. Mulai dari kapan Michael mengikuti Indonesian Idol hingga jenis musik apa yang paling disukainya. (Red.AK)

Selasa, 06 September 2016

Dipastikan Tahun Depan Selesai, Ruas Jalan Trans Papua dari Timika Sampai Wagete



Timika, Papuacenter – Rencana pembangunan ruas jalan Trans Papua dari Timika sampai Wagete di pastikan akan selesai pada tahun 2017 mendatang setelah sisa proyek yang dapat  diselesaikan sepanjang 6-7 kilometer.
Erick Fonataba sebagai Pejabat Pembuat Komitmen 27 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah VI Provinsi Papua mengatakan pembuatan ruas jalan Trans Papua antara  timika Sampai dengan Wagete ini akan diselesaikan pada tahun 2017 mendatang, namun hasrus  menyelesaikan sisa proyek yang tinaggal 6-7 kilometer.
“Saat  ini pekerjaan jalan telah masuk ke wilayah dataran tinggi dengan medan yang cukup berat melalui gunung-gunung dengan tingkat kemiringan yang cukup terjal. Sehingga dengan topografi seperti itu tentu tingkat kesulitannya tinggi. Untuk mengantisipasinya dengan mempersiapkan berbagai peralatan yang memadai,” ucapnya.
Erick juga menambahkan, Ruas jalan tersebut sudah dikerjakan sejak tahun 2007 dan total ruas jalan yang telah  diselesaikan sepanjang 168 kilometer. Awal start pembuatan jalan dari persimpangan Pelabuhan Rakyat (Pelra) Paumako menuju persimpangan Mayon Kuala Kencana sepanjang lebih dari 40 kilometer. Selanjutnya dari persimpangan Mayon menuju persimpangan Kapiraya sepanjang 71 kilometer dan dari arah simpang Kapiraya menuju ke lokasi sekarang sepanjang 38 kilometer.
Dari pembangunan jalan tersebut telah di bangun sejumlah jembatan dengan bentang ratusan seperti di Sungai Mimika, Sungai Kyura, Sungai Rawawe I dan 2 serta Sungai (Kali Kabur). Di Tahun ini  dilakukan pembangunan jembatan dan bisa diperkiran akan menjadi jembatan terpanjang di Timika  dengan panjang 300 meter.
Khusus dari persimpangan Mayon hingga persimpangan Kapiraya sudah dibangun dengan konstruksi beton tailing baru sekitar 44 kilometer, sisanya masih dalam jalan pengerasan tanah yang nantinya dijadikan jalan perkerasan dan konstruksi aspal.
Pembangunan Ruas jalan Trans Timika-Wagete merupakan program Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) yang telah dibuat pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di tahun 2010. (red.dt)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Blogger Themes | LunarPages Coupon Code